Kepala UPTD Puskesmas Simpang Tiga – Redelong Irwandi, S.KM, Kami Telah Bekerja Sesuai Dengan SOP

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Tiga – Redelong Irwandi, S.KM, Kami Telah Bekerja Sesuai Dengan SOP

Redelong (BM News), “Kita tidak memandang status, latar belakang dan dari mana pasien berasal yang terpenting bagi kita setiap ada pasien yang masuk, kita akan secepatnya melakukan  tindakan  medis dan kita tangani  sesuai dengan  SOP (Standar Operasional Prosedur)  yang telah ditentukan”.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala UPTD Puskesmas Simapang Tiga Redelong Irwandi, S.KM didampingi oleh dr. Fena Zuaila Ketua Pelayanan Klinis (UKP) diruang kerjanya  menanggapi salah satu pemberitaan di media online yang memuat tentang keluhan salah satu keluarga yang dirawat diPuskesmas setempat, Jum’at, 5/3/2021.

Dikatakan oleh Irwandi, tindakan secara medis dan SOP yang dilakukan para tenaga kesehatan kita terhadapa keluarga pasien atas nama Ft  yang datang ke Poli Umum UPTD Puskesmas Simpang Tiga Redelong untuk meminta  rujukan untuk dibawa berobat ke Banda Aceh oleh suami pasien ditidak dipenuhi, sesuai aturan, itu dilakukan berjenjang, dan soal pelayanan pasien yang kurang optimal selama dirawat di Puskesmas ini seperti apa yang diberitakan itu juga tidak semua benar, kata Irwandi.

Untuk lebih jelasnya agar tidak ada kesalahpahaman, secara lengkap bagaimana kronoligis yang sebenarnya makanya saya didampingi oleh  dr Fena Zuaila Ketua Pelayanan Klinis (UKP), beliau lebih tahu silahkan Tanya, kata Irwandi.

“Saya dr. Fena Zuaila Ketua Pelayanan Klinis (UKP) Puskesmas Simpang Tiga Redelong, saya akan menceritakan bagaiman kronologisnya, kejadian pasien an Fitriani tgl 25 feb 2021. dokter yang bertugas hari itu  adalah dr. Desi,” kata dr. Fena Zuaila.

Hari kamis tanggl 25-02-2021 sekira  pukul 10.00 Wib, suami pasien atas nama  Ft (fitriani ) datang ke Poli Umum meminta rujukan untuk istrinya yang ingin di bawa berobat ke RS di Banda Aceh , dr. Desi  selaku dokter yang piket di Poli Umum  pada hari itu menanyakan kepada suami pasien,  kenapa pasien di rujuk pak ?

“Karena sudah lemas sekali semenjak siap melahirkan kondisi nya tidak sehat selalu demam,” jawab Suami Pasien.

Kalau begitu bapak bawa saja ke Puskesmas, pasiennya kita lihat dulu kondisinya seperti apa,  karen kalau tidak lihat kondisi, saya tidak tau apa diagnosa pasien . Suami pasien  menjawab dia tidak bisa dibawa lagi karena sudah lemas sekali , buk Imah pegawai puskesmas ni tau bagamana kondisi nya, kata suami pasien kepada dr. Desi

Dr. Desi langsung  memanggil buk Fatimah staf di PKM Puskesmas Simpang Tiga Redelong, buk Fatimah menanyakan , kalau memang tidak bisa dibawa biar kita jemput pakai ambulance  karen harus dilihat dulu kondisi nya , lagian dengan BPJS  bukan Faskes Simpang Tiga,  kita tidak  bisa keluarkan rujukan , lalu suami nya menjawab bahwa istrinya bisa di bawa pakai honda dan suaminya  menjemput istrinya kerumah, jelas dr. Fena.

Lanjut dr. Fena, setlah istrinya tiba di IGD  langsung di observasi oleh petugas IGD dan di periksa oleh dokter internship yang sedang bertugas di IGD pada hari itu, di tensi = 90/70 , kondisi pasien batuk- batuk sampai mau muntah dan lemas, lalu dipasangkan infus Nacl + B12 drip,  kemudian pasien di observasi diruang lansia karen di IGD  full bed karena ada pasien lain yang sudah duluan di rawat, bebernya.

Setelah infus mau habis suami pasien  memanggil suster dari ruangan Poli Umum , suster langsung ke Poli lansia mematikan infus pasien tersebut , dan memanggil petugas IGD , kemudian Dr. Desi  mendatangi pasien tersebut  dan bertanya apa sudah ada perubahan bu’ ?, “Pasien menangis dan tidak menjawab pertanyaan dr. Desi”, dr. Desi mengatakan kalau memang tidak ada perubahan biar kita bawa ke RSUD  muyang kute ya bu’ ?,  Lalu suami pasien  menjawab, kami kalau di rawat di RSUD Bener Meriah tidak  mau karena sudah pernah kecewa di praktek bidan disini , dr. Desi  menjawab,  tapi  ibu ini nangis mungkin sedang merasakan ke sakitan apa tidak sebaiknya kami antar saja ke RSUD Munyang Kute  sebelum infusnya di lepas ?, Tanya Dr. Desi. “Pasien menjawab nggak  usah di bawa ke RS, anak saya masih kecil tidak ada yang jaga, kata pasien, baiklah kalau begitu infus nya kita lepas ya bu’ , saya jawab begitu dan petugas IGD langsung melepas infus ibu tersebut, dr. Fena menceritakan.

Sambil infusnya di lepas suami pasien  menyuruh dr. Desi  untuk menelpon ibu fatimah , dr. Desi langsung  telpon tapi tidak diangkat , lalu suami pasien mengatakan,  baiklah kalau begitu saya bawa saja istri saya ke Banda tanpa rujukan ya ?,  Iya pak kita nggak bisa mengeluarkan rujukan langsung ke Banda karena  faskesnya bukan di sp 3 , lalu pasien pulang, dr. Fena Zuaila Ketua Pelayanan Klinis (UKP) Puskesmas Simpang Tiga Redelong menceritakan kronologis kejaidian.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bener Meriah Abdul Muis, SE. MT yang sedang mengikuti Rakor di Banda Aceh ketika ditanya terkait hal tersebut menjelaskan, kita selaku pelayan dan melayani masyarakat apalagi dalam keadaan darurat harus bertindak cepat, sigap dan tangkas, dalam keadaan demikain, senyum, sapa, salam serta sopan santun harus dikedepankan,itu  adalah salah satu bentuk pelayanan di semua Puskesmas  di Kabaten Bener Meriah. Apa yang dilakukan oleh Nakes kita di UPTD Puskesmas Simpang Tiga, saya terima informasinya sudah dilakukan dan kerjanya juga sudah sesuai dengan SOP yang ada kata Abdul Muis  melalui sambungan teleponnya.

Diakhir pembicaraanya, Kadis Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Abdul Muis, SE. MT mengharapkan, apa yang terjadi di UPTD Puskesmas Simpang Tiga Redelong kepada semua masyarakat kalau ada pengaduan atau pelayanan yang kurang memuaskan hendaknya dikonfirmasi langsung ke Kantor UPTD Puskesmas stempat, agar informasi yang didapat jelas dan langsung dari sumbernya, tutup Abdul Muis.

Terakait kejadian tersebut Ketua Komisi D Darwinsyah beserta anggota juga sempat mengunjungi UPTD Puskesmas Simpang Tiga Redelong, dan secara umum Darwinsyah dan anggota menyepakati terkait hal paparan mekanisme surat rujukan.

“Terkait hal mekanisme prosedur surat rujukan kita menyepakati bahwasanya pihak UPTD  Puskesmas Simpang Tiga Redelong sudah sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan, hal itu tidak ada masalah berarti. Kita selaku Dewan Komisi D hanya berharap kita semua dapat mengambil hikmahnya dan pelajaranya bersama dari polemik fakta yang terjadi ini, kita akan terus memonitoring, seterusnya kedepan terkait kinerja pelayanan kesehatan masyarakat wilayah di kawasan Bener Meriah ini agar lebih baik dan optimal kedepanya,” jelasnya.

Kata Darwin dalam pertemuan tersebut,  permasalahan ini hanya miss Komunikasi saja, mohon agar semua pihak untuk dapat saling dimengerti dan saling memahami, ungkap Darwin panggilan akrabnya. (*Ikas).

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *