Pemkab Gelar Kegiatan Analisis Aksi 1 Dan 2 Konvergensi Stunting Kabupaten Bener Meriah

Pemkab  Gelar Kegiatan Analisis Aksi 1 Dan 2 Konvergensi Stunting Kabupaten Bener Meriah

Redelong (BM News),  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang juga sekaligus sebagai Ketua Tim Stunting Kabupaten Bener Meriah Khairun Aksa, SE. MM  didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Bener Meriah Abdul Muis, SE. MT membuka kegiatan Analisis Aksi 1 dan 2 Konvergensi Stunting untuk Wilayah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021 di Rembele Caffe Kampung Baleatu Kecamatan Bukit, Rabu, 17/3/2021.

Khairun Aksa, SE. MM Kepala Bappeda dan Ketua Tim Stunting Kabupaten Bener dalam kata sambutannya menyampaikan, kegiatan Analisis aksi 1 dan 2 Konvergensi Stunting untuk wilayah Kabupaten Bener Meriah merupaka salah satu strategi Konvergensi yang kita lakukan untuk mencapai  pencegahan dan penurunan stunting yang melibatkan berbagai komponen pemangku kepentigan yang, kata Khairun Aksa, SE.MM.

Lebih lanjut Kepala Bappeda dan Ketua Tim Stunting Bener Meriah itu menerangkan dalam gelar acara ini kita akan membahas OPD yang menjadi stakeholder dalam pencegahan dan penurunan stunting  yang terdiri dari Bappeda, Dinkes,  DPUPKP, Dinas Pendidikan, Kemenag, DP3AKB serta Dinas Sosial. Pencegahan dan Penanganan stunting bukan hanya dari sector kesehatan tetapi stunting juga dipengaruhi oleh berbagi sector sehingga diperlukan intervensi dari semua pemangku kepentingan, jelas Khairun Aksa.

“Mari bersama kita analisis apa yang menjadi permsalahan dalam pencegahan dan penanganan stunting ini, mari kita gali inovasi apa yang harus kita lakukan guna meminimalisir permaslahan tersebut,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Abdul Muis, SE. MT yang dalan kegiatan tersebut juga ikut memberikan kata sambutan mengatakan, rencana kegiatan atau Rencana Aksi daerah (RAD) stunting didefenisikan sebagai rencana tindak lanjut Kabupaten dalam merealisasikan rekomendasi dari hasil pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunsing (Aksi 1) yang menetapkan 30 desa lokus tahun 2021 ini, kata Abdul Muis.

Lanjutnya, sedangkan tujuan dari Penyusunan Rencana Kegiatan adalah untuk, menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan analisis situasi kedalam Program dan kegiatan SKPK untuk meningkatkan cakupan intervensi untyk meningkatkan integrasi intervensi gizi pada rumah tangga 1.000 hari pertama kehidupan.

 Sedangkan untuk tahap penyusunan rencana kegiatan ini sekurang-kurangnya meliputi, Reviu rekomendasi hasil analisis situasi, Reviu dokumen perencanaan dan penganggaran terkait kegiatan stunting, reviu hasil Musrembang Desan dan Kecamatan, Pembahasan dan konsolidasi rancangan kegiatan. Kata Kadis Kesehatan Abdul Muis, selanjutnya adalah ekspose rancangan rencana kegiatan pada rembuk stunting Kabupaten, Finalisasi rancangan kegiatan dan integrasi rencana kegiatan kedalam dokumen rencana dan anggaran tahunan daerah, papar Kadis Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Abdul Muis, SE. MT.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Perwakilan Kemenag Hasbiallah, ZA, Ketua DWP Ny.Risnawati Haili Yoga, S.SiT, Wakil Ketua TP-PKK  Ny. Suryati Dailami, Kabag Keistimewaan Aceh dan Kesra Edi Jaswin, S.KM, M.Si, Kabid Kesmas Khairuddin, Perwakilan Dinas Pendidikan Hermanto, S.Pd, Pokja PAUD Umtuhmah Innah, Kabid KGKS DP3AKB Yulisa, S.KM, M.Kes, Perwakilan DPMK Sastriana Adha, SH, Perwakilan DPUPK Rahmat Hidayat, Perwakilan Dinsos Ita Ervina serta pejabat terkait lainnya. (Ikas).

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *