Sekda Drs. Haili Yoga, M.Si Buka Kegiatan Review Kinerja Tahunan Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan Dan Penanganan Stunting Kabupaten Bener Meriah

Sekda Drs. Haili Yoga, M.Si Buka Kegiatan Review Kinerja Tahunan Pelaksanaan Konvergensi  Pencegahan Dan Penanganan Stunting Kabupaten Bener Meriah

Redelong (BM News), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah Drs. Haili Yoga, M.Si mewakili Bupati membuka secara resmi kegiatan Review Kinerja Tahunan Pelaksanaan Konvergensi  Pencegahan Dan Penangan Stunting Kabupaten Bener Meriah yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan ( Bappeda) Kabupaten Bener Meriah di aula Setdakab setempat, Kamis, 21/1/2021.

Sekretaris Daerah Drs. Haili Yoga, M.Si dalam sambutan sekaligus arahannya menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan dan kami tegaskan yang pertama adalah Stunting di Kabupaten Bener Meriah memang sudah menurun bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ini dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan oleh Provinsi, dimana Kabupaten Bener Meriah mendapatkan peringkat dua dalam hal tersebut, dengan peringkat tersebut jangan kita berpuas diri, kita harus lebih bekerja keras lagi supaya ditahun mendatang kita mendapaatkan peringkat pertama, kata Sekda mengawali sambutannya.

Lebih lanjut Sekda mengatakan, ada anggapan sebagian kecil masyarakat kita bahwa Stunting itu adalah aib, dan  ini adalah peran kita bersama bahwa stigma tersebut adalah salah, untuk merubah itu kita harus bekerjasama dengan semua steakholder yang ada termasuk dari MPU, pinta Sekda Haili Yoga.

“Dalam strategi Nasional percepatan pencegahan stunting, harus dilaksanakan dengan pendekatan intervensi spesifik dan intensif, melalui konvergensi. Yang membutuhkan peran dari lintas sector,” tegasnya.

Kegiatan Kinerja Tahunan Pelaksanaan Konvergensi  Pencegahan Dan Penangan Stunting Kabupaten Bener Meriah yang diselenggarakan oleh  Kabupaten Bener Meriah yang diselenggarakan oleh Bappeda  ini adalah salah satu upaya  dalam bentuk konvergensi penanganan penurunan prevalensi stunting, ini bukan kegiatan pertama tapi ini  merupakan bagian dari penilaian kinerja, sambungnya.

“Kami ingin memberikan apresiasi dan sekaligus mendorong setiap SKPK untuk  terus memperbaiki manajemen penanganannya terutama berkaitan dengan dengan data, karena apaun yang kita kerjakan sekarang ini adalah berbasis kepada data, sebut Drs. Haili Yoga, M.Si.

Kata Sekda Drs. Haili Yoga, M.Si nantinya hasil penilaian kinerja konvergensi penanganan Stunting ini, akan di analisis terkait permasalahan-permaslahan yang ada seperti  intervensi gizi, yang akan menjadi dasar perbaikan dalam rencana pembangunan daerah dan Kecamatan  masing-masing, imbuhnya.

Olehnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi, agar bisa bergerak bersama mengatakan tidak ada Stunting di daerah kita, serta memberikan penguatan bagi dimana Kabupaten kita yang menjadi lokus Stunting seperti yang diadakan oleh BKKBN Provinsi Aceh yang difasilitasi oleh  Dinas PP, PA dan KB Bener Meriah beberapa waktu yang lalu di Ruang Saber Pungli, dengan tujuan untuk mencapai target menurunkan angka kasus Stunting di Bener Meriah,  pungkas Sekda Drs. Haili Yoga, M.Si.

Sementara Kepala Bappeda yang diwakili oleh Sekretaris Agus Arianto, ST dalam laporannya menyampaikan, dimana pada hari Jum’at yang lalu tepatnya tanggal 15 Januari 2021 juga telah dilaksanakan kegiatan serupa yang dihadiri oleh linta sector yang ada di Kabupaten Bener Meriah, kata Agus Arianto.

“Pada hari ini kita lanjutkan dengan menghadirkan para Camat, Kepala Puskesmas, para Bidan Desa, serta Kepala SKPK terkait, yang kita fokuskan dalam bidang kesehatan,”, ungkapnya.

“Kita akan selalu focus dalam penanganan Stunting karena dalam perolehan dana DID, penanganan Stunting ini adalah salah satu indicator terkait kenerja penanganan Stunting, dimana para Balita itu mendapakan Imunisasi lengkap serta bagaimana proses persalinannya difasiltas kesehatan,” tambahnya.

Kata Sekretaris Bappeda Kabupaten Bener Meriah, seperti kita ketahui bersama dalam hal penanganan Stunting Kabupaten Bener Meriah mendapatkan Predikat Nomor dua tingkat Provinsi Aceh, jelasnya.

Dalam lapaorannya Agus Arianto juga menjelaskan tentang Indikator Konvergnesi Stunting, Data e-PPGBM, Status Bidan Desa, Data Sasaran dan lainya yang berkaitan dengan kegiatan yang dilkasanakan.

Hadir dari kegiatan tersebut antara lain, Asisten II Abdul Muis, SE.MT, Kadis Kesehatan dr. Alyin, Kepala Disdukcapil Sasmanto, SE, para kepala Puskesmas, Bidan Desa, Koordinator Bidan Desa, Kabag Humas dan Protokol Hasyimi IB, S.KM, M.Kes dan undangan lainnya. (Ikas).

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *