Aissten II Abdul Muis, SE, MT Hadiri Rapat Komisi Penilai Amdal Aceh Tentang Amdal Dan RKL – RPL PLTA Samar Kilang

Aissten II Abdul Muis, SE, MT Hadiri Rapat Komisi Penilai Amdal  Aceh Tentang Amdal Dan RKL – RPL PLTA  Samar Kilang

Redelong (BM News), Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdakab Bener Meriah Abdul Muis, SE, MT mewakili Bupati hari ini secara daring/ Video Confrence (Vidcon)  mengikuti Rapat Komisi Amdal  RKL-RPL untuk Pembangunan PLTA Samar Kilang berkapasitas 82 MW dan Transmisi dengan Dinas LHK  serta Sekretaris Amdal Provinsi Aceh  di Media Centre Kantor Diskominfo Kabupaten Bener Meriah, Selasa, 26/1/2021.

Kegiatan rapat tersebut diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh, yang  merupakan tindak lanjut dari pertemuan atau rapat-rapat sebelumnya.

Rapat kali ini membahas mengenai Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Amdal  ini menjadi penting dimana nantinya akan digunakan untuk memperkirakan dampak pembangunan PLTA Samar Kilang berkapsitas 82 MW  terhadap lingkungan wilayah sekitarnya, juga memastikan adanya masalah dampak lingkungan yang perlu dianalisis pada tahap awal perencanaan dan perancangan proyek sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan.

Demikian disampaikan oleh Asisten II Abdul Muis, SE, MT seusai mengikuti  rapat tersebut kepada Humas Setdakab Bener Meriah.

Abdul Muis, SE, MT juga mengatakan, seperti kita ketahui  Amdal ini perlu dilakukan  karena nantinya ini juga  untuk menghindarkan konflik dengan masyarakat, menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan, serta perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup khususnya di Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama Kabupaten Bener Meriah, ungkapanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas tentang Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dengan  tujuan  untuk mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan dan  Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) yang memuat program-program pemantauan untuk melihat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari rencana kegiatan pembangunan PLTA Samar Kilang itu,  papar Abdul Muis.

Terakhir Asisten II Abdul Muis, SE, MT kepada Humas Setdakab Bener Meriah menerangkan, sekedar untuk kita ketahui, Amdal,  RKL-RPL  ini merupakan suatu alat atau cara yang dilakukan  dalam mengendalikan perubahan lingkungan sebelum suatu tindakan kegiatan pembangunan dilaksanakan seperti pembangunan PLTA Samar Kilang ini, karena setiap kegiatan pembangunan akan selalu menggunakan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidupnya, sehingga secara langsung (otomatis) akan terjadi perubahan lingkungan, jelasnya.

Rapat secara Daring ini sangat perlu, karena dengan demikian kita tau dan paham, apalagi ini berkaitan langsung dengan lingkungan tentu perlu adanya pengaturan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, serta  salah satu cara dalam mengeliminer dampak, supaya pembangunan-pembangunan yang lainnya dan berikutnya dapat tetap dilakukan, jelas Abdul Muis.

Rapat secara daring tersebut diikuti oleh Kepala Dinas  DLHK Provinsi Aceh  A. Hanan, SP. MM, Sekretaris Amdal Joni, ST, MT, PS.D, Dedi dari Dinas ESDM, KadisPerindag Sayutiman, SE, MM, Kabag Ekonomi Zulfikar Ahmad, ST, dan beberapa lintas sector terkait, para Tokoh Masyarakat, Reje Kampunng Lane Samar Kilang dan lannya. (Ikas).

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *