Sekretaris Dinsos Kabupaten Bener Meriah Wahidi, S.Pd, MM Beserta Tim Kunjungi Keluarga Penderita ODGJ Dan Khitankan 2 Anaknnya

Sekretaris Dinsos  Kabupaten Bener Meriah Wahidi, S.Pd, MM Beserta  Tim Kunjungi  Keluarga  Penderita ODGJ Dan Khitankan 2 Anaknnya

Redelong (BM News),  Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bener Meriah Wahidi, S. Pd., MM  didampingi oleh Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Nurcaya serta Kabid Banjamsos Nanang  Prasetiyanto, A.Ks bersama tim kesehatan dari Puskesmas Bandar mengunjungi keluarga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang juga tergolong keluarga kurang mampu dan sekaligus mengkhitankan 2 (dua) orang anak dari keluarga penderita ODGJ di Kecamatan Bandar, Kamis, 4/2/2021.

Disela-sela kunjungan tersebut Sekretaris Dinsos Kabupaten Bener Meriah Wahidi, S.Pd, MM mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah  bersama tim kesehatan dari Puskesmas Bandar hari ini melakukan kunjungan kekeluarga ODGJ yang juga merupakan keluarga kurang mampu sekaligus mengkhitankan 2 (dua) orang anak dari keluarga yang bersangkutan, kata Wahidi.

“Alhamdulillah pada hari ini ( 04/01) kita bersama-sama dengan tim dari Puskesmas Kecamatan Bandar berkunjung ke rumah warga yang orang tuanya masuk kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan Kurang mampu, sekaligus mengkhitankan anaknya,” jelas Wahidi.

 Dijelaskan oleh Wahidi, ODGJ ini memiliki 2 (dua)  orang anak laki-laki , yang berusia ±14 thn dan 12 thn namun belum dikhitanan. Yang sebelumnya  kita memang sudah melakukan koordinasi dengan Dinkes dan pihak puskesmas, dan alhmadulillah teman-teman  kita dari puskesmas Bandar langsung  turun ke lapangan untuk melakukan khitanan dengan biaya semua ditanggung oleh Pemerintah, jelasnya.

Wahidi juga menerangkan, perlu diketahui bahwa anak ini sudah beberapa kali akan di khitan, namun tidak pernah diberi izin oleh orang tuanya (ODGJ), namun hari ini Allah taqdirkan anak ini bisa di khitan tanpa adanya hambatan yang berarti.

“Kita juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan anak, karena anak ini sampai sekarang belum pernah belajar di bangku pendidikan formal akibat tidak ada izin dari orang tua yang ODGJ,” ungkap Sekretaris Dinsos.

“Pendidikan kepada anak –anak ini sangat  diperlukan untuk mengurangi tingginya beban psikologis, sosial dan ekonomi serta fisik bagi keluarga dan anak-anak kita ini,” tegas Wahidi.

Terakhir Wahidi mengungkapkan, ODGJ  ini perlu mendapat perhatian dan perlakuan yang manusiawi dari keluarga, ligkungan dan pemerintah, sehingga akan bisa mendapatkan hak-haknya dan salah satunya telah kita tunaikan hari ini, pungkas wahidi, S.Pd, MM. (Ikas).

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *