Wabup Bersama Forkopimda Kabupaten Bener Meriah Ikut Rakor Dengan Mendagri, Wamenkes, menhub, Menteri Agama, Kepala BNPB, BIN Dan Jaksa Agung Tentang Penanganan Covid-19

Wabup Bersama  Forkopimda  Kabupaten Bener Meriah  Ikut  Rakor Dengan  Mendagri, Wamenkes, menhub, Menteri Agama, Kepala BNPB, BIN  Dan Jaksa Agung Tentang Penanganan Covid-19

Redelong, Wakil Bupati Dailami, Dandim 0119/BM letkol Inf. Valyan Tatyunis, Kapolres AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S.IK, Kajari yang diwakili oleh Kasi Pidum Dizki, SH, Kepala Kantor Kemenag yang diwakili oleh Hasbiallah, S.Ag, mengikuti Rapat Koordinasi tentang Penanganan Covid-19 bersama Mendagri, Wamenkes, Mehub, Menteri Agama, Kepala BNPB, Pengalima TNI, Kapolri, BIN, Jaksa Agung secara virtual di Median Centre Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Bener Meriah, Senin, 3/5/2021.

Rakor yang dipimpin oleh Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D  dalam pidatonya menyampaikan, untuk seluruh Kepala Daerah, Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia untuk selalu mewaspadai tentang ledakan  kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini khususnya yang terjadi di India, kata Mendagri.

Dalam Rakor tersebut mendagri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D  mengingatkan, kalau kita abai dengan Protokol Kesehatan ini adalah awal dari Bencana penyebaran Covid-19 seperti yang ada di India, jelasnya.

Sedangkan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Phd dalam pemaparannya menjelaskan, tentang Perkembangan Covid-19, Mutasi Virus dan Genomic Surveilans serta Update Vaksinasi, Suplay dan Vaksin.

Wamenkes juga memaparkan tentang Trend Kasus Sebulan Terakhir, Trend Perawatan RS Sebulan Terakhir, Trend Kematian Sebulan Terakhir, Trend Transmisi Komunitas/Provinsi. Kata Wamenkes, di Inggris  B.1.1.7 masih mendominasi dan ada trend peningkatan jumlah skuens B. 1.617 dimana kasun ini mulai bertambah di bulan April 2021, di India B.1.617 ditemukan mendominasi total WGS dan diikuti oleh B.1.1.7 menurut data 1 Januari – 1 Mei 2021, sementara di Singapura juga ditemukan trend peningkatan jumlah skuen B.1.617 dalam periode yang sama dan Indonseia sampai saat ini terus aktif dalam melakukan Surveilans Genomic SARS-Cov-2,jelas Wamenkes, penambahan kasus B.1.1.7, B.1.351 dan B. 1.617 ini harus terus kita waspadai, harapnya.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID19  Letjen TNI Dr. (H.C.), Doni Monardo juga menjelaskan tentang update kondisi kasus aktif dan angka kesembuhan periode Pebruari – April 2021, update situasi Nasional tentang aktif, kesembuhan dan kematian/minggu, Analisis kenaikan kasus aktif provinsi pelaksana PPKM  Mikro, dimana 11 provinsi mengalami kenaikan kasus aktif, dan 14 provinsi lainnya mengalami penurunan. Doni juga menerangkan tentang rekapitulasi WNA dan WNI Repatriasi asal India, dimana WNA/WNI yang melakukan perjalanan tanggal 21 dan 22 April 2021 dari India ke Indonesia berjumlah 163 orang, paparnya.

Ditambahkan Doni, diperkirakan ada 5 Kluster Baru Covid-19 yatu, Mudik, Shalat Taraweh Berjamaah, Buka Puasa Bersama, Takziah dan aktivitas perkantoran, dan ini diperlukan sinergitas semua pihak untuk mengedukasi masyarakat yaitu pemerintah, orang tua dan pemudik, jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam paparannya mennyampaikan, mulai dari Kebijakan larangan mudik lebaran tahun 1442 H, alas an mengapa dilarang mudik, Survei Balitbang Kemenhub terhadap potensi pemudik sampai kepada Ketentuan perjalanan yang masih diperbolehkan yang diatur dalam adendum SE Satgas No. 13/2021 yang telah ditindak lanjuti oleh Kemenhub dengan menetapkan PM Perhubungan No. 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H.

Sedangkan Meteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan tentang Surat Edaran Menteri Agama yang intinya kegiatan ibadah Ramadhan di Masjid dan Mushalla seperti shalat taraweh, witir, tadarsu dan lain sebagainya tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategiri Zona Merah dan Oranye termasuk shalat Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung dan BIN juga memparkan penjelasannya melalui perwakilannya masing-masing. (Ikas).

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *